Wednesday, October 23, 2019

Lanjutan sastri....

“SASTRIIIII....”

Tidak ada jawaban sama sekali, hatiku semakin lebur melihat sastri ku tidak ada di sampingku. Yaa Tuhan.. bagaimana ini?! Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup tanpa sastri di sisiku?

Kemudian ku tinggalkan lebih jauh mobil sastri yang ku kendarai bersamanya tadi, dengan tatih kakiku melangkah menahan sakit luka di tubuhku dan perih di hatiku. Jalanan sangat sepi, hanya ada suara pepohonan yang digoyang oleh angin. Langit yang semakin gelap. Semesta seolah tau bagaimana keadaanku saat ini.

“SASTIIIII....”
Terus ku panggil kasihku sastri, kucari dia hingga ujung dunia sekalipun. Kemanapun kedua orang itu membawa sastri, sastri akan tetap abadi bersamaku. Di hatiku juga di hidupku. Akan ku temukan sastri dan ku peluk ia dengan erat. Tak akan ku lepas.

Sambil berjalan sedikit berlari aku terusssss mencari sastri. Aku berdoa kepada Allah semoga sastri selalu baik-baik saja. “Aku butuh sastri yaa Allah, aku butuh sastri di hidupku”.

***

“Pak, jam pelajaran sudah selesai. Bapak kenapa bengong seperti itu setelah menjelaskan pelajaran?”.
Kata Agus salah satu mahasiswaku di kelas 5B Sastra Inggris UIN Jakarta yang sedang ada kelas bersama ku hari ini.
“Ah.. iya. Baiklah segitu saja pelajaran kita hari ini mengenai sastri. Eh maaf maksud saya sastra. Terimakasih”.
“Sama-sama pakk......”

Tidak terasa, begitu cintanya kah aku dengan sebuah sastra? Sehingga saat memberi penjelasan kepada mahasiswa ku pun, aku lantas memikirkan jika sastra sebagai sastri kekasihku. Oh! Sastra Sastri...

Dengan langkah semangat dan sedikit menyunggingkan senyum aku keluar ruang kelas.

No comments:

Post a Comment

Semoga ini bukan akhir

Maaf, Atas waktu yang ku sia-siakan begitu saja Atas kesempatan yang tidak disyukuri dengan baik Atas nikmat yang lupa ku kembalikan de...