“SASTRIIIII....”
Tidak ada jawaban sama sekali, hatiku semakin lebur melihat sastri ku tidak ada di sampingku. Yaa Tuhan.. bagaimana ini?! Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup tanpa sastri di sisiku?
Kemudian ku tinggalkan lebih jauh mobil sastri yang ku kendarai bersamanya tadi, dengan tatih kakiku melangkah menahan sakit luka di tubuhku dan perih di hatiku. Jalanan sangat sepi, hanya ada suara pepohonan yang digoyang oleh angin. Langit yang semakin gelap. Semesta seolah tau bagaimana keadaanku saat ini.
“SASTIIIII....”
Terus ku panggil kasihku sastri, kucari dia hingga ujung dunia sekalipun. Kemanapun kedua orang itu membawa sastri, sastri akan tetap abadi bersamaku. Di hatiku juga di hidupku. Akan ku temukan sastri dan ku peluk ia dengan erat. Tak akan ku lepas.
Sambil berjalan sedikit berlari aku terusssss mencari sastri. Aku berdoa kepada Allah semoga sastri selalu baik-baik saja. “Aku butuh sastri yaa Allah, aku butuh sastri di hidupku”.
***
“Pak, jam pelajaran sudah selesai. Bapak kenapa bengong seperti itu setelah menjelaskan pelajaran?”.
Kata Agus salah satu mahasiswaku di kelas 5B Sastra Inggris UIN Jakarta yang sedang ada kelas bersama ku hari ini.
“Ah.. iya. Baiklah segitu saja pelajaran kita hari ini mengenai sastri. Eh maaf maksud saya sastra. Terimakasih”.
“Sama-sama pakk......”
Tidak terasa, begitu cintanya kah aku dengan sebuah sastra? Sehingga saat memberi penjelasan kepada mahasiswa ku pun, aku lantas memikirkan jika sastra sebagai sastri kekasihku. Oh! Sastra Sastri...
Dengan langkah semangat dan sedikit menyunggingkan senyum aku keluar ruang kelas.
Wednesday, October 23, 2019
Wednesday, October 16, 2019
The power of sedekah
Hiduplah sepasang suami istri di sebuah Ibu Kota yang keras yang bernama Pak Superman dan Ibu Wonderwoman,, mereka hidup kekurangan dengan hanya mengandalkan sang suami yang bekerja sebagai tukang sol sepatu keliling dan sang istri hanya sebagai tukang gosok baju tetangga-tetangganya. Mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Gundala, yang sebentar lagi akan lulus SMA dan memiliki cita-cita untuk bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.
“Bu, maafkan bapak tidak membawa uang hari ini, karna tidak ada pelanggan yang ingin mengesol sepatunya, bu”. Kata Superman sepulang berkeliling Ibu Kota seharian namun tidak membawa uang sama sekali. Malam itu, wajahnya sangat pucat dan merasa bersalah.
“Ngga apa apa pak, mungkin rejeki kita bukan hari ini.. yang penting bapak sudah berusaha. Pasti Allah sudah mengatur rejeki yang terbaik untuk kita pak. Kita ngga akan kesusahan selama kita selalu merasa cukup dan terus bersyukur atas apapun yang Allah kasih buat keluarga kita”. Jawab Wonderwoman yang berusaha menguatkan Superman.
Tiba-tiba Gundala datang, ia baru pulang dari sekolah.
“Assalaamu’alaykum buu.. pak..” ucap Gundala.
“Wa’alaykumussalaam nak..” jawab Superman dan Wonderwoman berbarengan.
Kemudian Wonderwoman bertanya kepada Gundala, “kamu kenapa Gun? Kok wajahnya cemberut gitu? Ada apa?”. “Gun belum bayar biaya untuk wisuda nanti bu, kalau Gun ngga bayar Gun ngga bisa ikut wisuda bareng temen-temen bu”. Jawab Gundala dengan nada yang sangat sedih.
“Maafkan bapak Gun, bapak belum bisa kasih kamu uang untuk bayar keperluan wisuda kamu”. Superman menangis dan merasa bersalah.
“Bapak ngga usah sedih pak, pasti Allah akan kasih jalan nanti. Gun gapapa kok pak kalo ngga ikut wisuda sama temen-temen Gun. Yang penting Gun bisa lulus dengan nilai yang terbaik”. Jawab Gun dengan senyum di wajahnya.
“Iya Pak, Bapak ngga usah merasa bersalah.. lagipula bapak sudah berusaha, bapak sudah melalukan yang terbaik untuk kita. Masalah biaya wisudanya Gun. Besok ibu akan nerima bayaran dari Nyonya Catwoman, pelanggan yang sering gosok baju sama ibu, jadi Bapak tenang aja ya pak..” Wonderwoman berusaha menenangkan suasana.
Dua hari setelah itu...
“Gun, ini ibu sudah menerima bayaran dari langganan ibu, kamu pakai untuk mencicil biaya wisuda kamu”. Wonderwoman memberikan uang sebesar Rp.200.000 kepada Gundala.
“Alhamdulillaah, terimakasih ya bu”. Jawab Gundala dengan penuh semangat dan mata yang berbinar.
“Kalo gitu Gundala berangkat sekolah dulu ya bu, Ibu jangan lupa makan ya nanti. Bapak juga”.
Gugun mencium kedua tangan orang tuanya kemudian keluar rumah untuk berangkat sekolah.
Tiba-tiba, ketika Gundala sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Ada seorang ibu dengan perut besar yang sedang kesakitan di pinggir jalan raya. Mitosnya tidak ada satupun yang menolong ibu itu.
Ternyata ibu itu sudah waktunya melahirkan. Gundala dengan sigap menolong Ibu itu dan membawanya ke klinik dengan menggunakan angkot umum.
“Ibu sabar ya bu.. yang kuat bu” Ucap Gundala kepada Ibu yang sudah setengah terkapar itu.
“Tarik napas buuu.. pelan pelan atur nafas buu.....” lanjut Gundala sambil memegang tangan ibu itu.
“Huffff... huhhhhh.... huffffff.... huhhhhhh” ibu itu berusaha mengatur nafasnya.
Sesampainya di Klinik, Ibu itu pun berhasil ditangani bidan dan melahirkan seorang anak perempuan. Ibu itu bernama Scarlet Witch. Ia tidak memiliki uang sama sekali untuk membayar biaya persalinan. Kemudian Gundala memberikan uangnya untuk membayar persalinan Scarlet Witch, padahal uang itu diberi ibunya untuk membayar biaya wisudanya.
Ketika sampai di sekolah.. hari itu adalah pengumuman kelulusan.
Ternyata, Gundala mendapat nilai terbaik dan mendapat beasiswa Perguruan Tinggi serta mendapatkan reward tidak membayar uang wisuda sama sekali. Bahkan ia mendapat hadiah uang tunai dari sekolahnya. Gundala sangat bersyukur.
“Alhamdulillaah yaa Allah.. ibu sama bapak pasti seneng dengernya. Ternyata benar, jika kita membantu kesusahan orang lain, maka Allah akan membantu kita juga. Ternyata, kaya itu bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa banyak yang kita beri. Alhamdulillah yaa Allahhh..” ucap Gundala dalam hati yang penuh haru dan syukur..
——————
Tokoh :
1. Gundala (anak Wonderwoman dan Superman) : baik hati, dermawan, penyabar, suka menolong, pintar.
2. Wonderwoman (ibu) : baik, penyayang.
3. Superman (bapak) : pekerja keras dan bertanggung jawab.
4. Catwoman (pelanggan Wonderwoman) : baik.
5. Scarlet Witch (ibu hamil yang ditolong Gundala) : baik.
Setting :
1. Tempat : Ibu Kora (Rumah Gundala, pinggir jalan dan sekolah)
2. Suasana : mengarukan.
3. Waktu : malam hari, waktu pengumuman kelulusan.
Alur : maju
Tema : Islami
Pesan moral : sedekah itu tidak menunggu kaya. Jangan takut kekurangan karna bersedekah, ternyata ada rejeki orang lain yang Allah titipkan lewat kita.
“Bu, maafkan bapak tidak membawa uang hari ini, karna tidak ada pelanggan yang ingin mengesol sepatunya, bu”. Kata Superman sepulang berkeliling Ibu Kota seharian namun tidak membawa uang sama sekali. Malam itu, wajahnya sangat pucat dan merasa bersalah.
“Ngga apa apa pak, mungkin rejeki kita bukan hari ini.. yang penting bapak sudah berusaha. Pasti Allah sudah mengatur rejeki yang terbaik untuk kita pak. Kita ngga akan kesusahan selama kita selalu merasa cukup dan terus bersyukur atas apapun yang Allah kasih buat keluarga kita”. Jawab Wonderwoman yang berusaha menguatkan Superman.
Tiba-tiba Gundala datang, ia baru pulang dari sekolah.
“Assalaamu’alaykum buu.. pak..” ucap Gundala.
“Wa’alaykumussalaam nak..” jawab Superman dan Wonderwoman berbarengan.
Kemudian Wonderwoman bertanya kepada Gundala, “kamu kenapa Gun? Kok wajahnya cemberut gitu? Ada apa?”. “Gun belum bayar biaya untuk wisuda nanti bu, kalau Gun ngga bayar Gun ngga bisa ikut wisuda bareng temen-temen bu”. Jawab Gundala dengan nada yang sangat sedih.
“Maafkan bapak Gun, bapak belum bisa kasih kamu uang untuk bayar keperluan wisuda kamu”. Superman menangis dan merasa bersalah.
“Bapak ngga usah sedih pak, pasti Allah akan kasih jalan nanti. Gun gapapa kok pak kalo ngga ikut wisuda sama temen-temen Gun. Yang penting Gun bisa lulus dengan nilai yang terbaik”. Jawab Gun dengan senyum di wajahnya.
“Iya Pak, Bapak ngga usah merasa bersalah.. lagipula bapak sudah berusaha, bapak sudah melalukan yang terbaik untuk kita. Masalah biaya wisudanya Gun. Besok ibu akan nerima bayaran dari Nyonya Catwoman, pelanggan yang sering gosok baju sama ibu, jadi Bapak tenang aja ya pak..” Wonderwoman berusaha menenangkan suasana.
Dua hari setelah itu...
“Gun, ini ibu sudah menerima bayaran dari langganan ibu, kamu pakai untuk mencicil biaya wisuda kamu”. Wonderwoman memberikan uang sebesar Rp.200.000 kepada Gundala.
“Alhamdulillaah, terimakasih ya bu”. Jawab Gundala dengan penuh semangat dan mata yang berbinar.
“Kalo gitu Gundala berangkat sekolah dulu ya bu, Ibu jangan lupa makan ya nanti. Bapak juga”.
Gugun mencium kedua tangan orang tuanya kemudian keluar rumah untuk berangkat sekolah.
Tiba-tiba, ketika Gundala sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Ada seorang ibu dengan perut besar yang sedang kesakitan di pinggir jalan raya. Mitosnya tidak ada satupun yang menolong ibu itu.
Ternyata ibu itu sudah waktunya melahirkan. Gundala dengan sigap menolong Ibu itu dan membawanya ke klinik dengan menggunakan angkot umum.
“Ibu sabar ya bu.. yang kuat bu” Ucap Gundala kepada Ibu yang sudah setengah terkapar itu.
“Tarik napas buuu.. pelan pelan atur nafas buu.....” lanjut Gundala sambil memegang tangan ibu itu.
“Huffff... huhhhhh.... huffffff.... huhhhhhh” ibu itu berusaha mengatur nafasnya.
Sesampainya di Klinik, Ibu itu pun berhasil ditangani bidan dan melahirkan seorang anak perempuan. Ibu itu bernama Scarlet Witch. Ia tidak memiliki uang sama sekali untuk membayar biaya persalinan. Kemudian Gundala memberikan uangnya untuk membayar persalinan Scarlet Witch, padahal uang itu diberi ibunya untuk membayar biaya wisudanya.
Ketika sampai di sekolah.. hari itu adalah pengumuman kelulusan.
Ternyata, Gundala mendapat nilai terbaik dan mendapat beasiswa Perguruan Tinggi serta mendapatkan reward tidak membayar uang wisuda sama sekali. Bahkan ia mendapat hadiah uang tunai dari sekolahnya. Gundala sangat bersyukur.
“Alhamdulillaah yaa Allah.. ibu sama bapak pasti seneng dengernya. Ternyata benar, jika kita membantu kesusahan orang lain, maka Allah akan membantu kita juga. Ternyata, kaya itu bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa banyak yang kita beri. Alhamdulillah yaa Allahhh..” ucap Gundala dalam hati yang penuh haru dan syukur..
——————
Tokoh :
1. Gundala (anak Wonderwoman dan Superman) : baik hati, dermawan, penyabar, suka menolong, pintar.
2. Wonderwoman (ibu) : baik, penyayang.
3. Superman (bapak) : pekerja keras dan bertanggung jawab.
4. Catwoman (pelanggan Wonderwoman) : baik.
5. Scarlet Witch (ibu hamil yang ditolong Gundala) : baik.
Setting :
1. Tempat : Ibu Kora (Rumah Gundala, pinggir jalan dan sekolah)
2. Suasana : mengarukan.
3. Waktu : malam hari, waktu pengumuman kelulusan.
Alur : maju
Tema : Islami
Pesan moral : sedekah itu tidak menunggu kaya. Jangan takut kekurangan karna bersedekah, ternyata ada rejeki orang lain yang Allah titipkan lewat kita.
Wednesday, October 2, 2019
Manusia Tapi
Manusia..
Di saat yang lain salah
Ingin menghakimi
Tapi saat dirinya salah
Ingin dimaklumi
Manusia..
Yang katanya sama-sama punya hati
Yang katanya sama-sama punya nurani
Tapi masih saja intoleransi
Tapi masih saja tidak peduli
Manusia..
Makhluk sosial katanya
Bhinneka Tunggal Ika semboyannya
Saling membutuhkan sebenarnya
Walau beda, tapi tetap satu seharusnya
Manusia..
Tapi manusia tidak semuanya manusia
Manusia tapi, manusia tidak tahu diri
Tapi manusia butuh manusia
Sepeti manusia ingin di manusiawi
Subscribe to:
Posts (Atom)
Semoga ini bukan akhir
Maaf, Atas waktu yang ku sia-siakan begitu saja Atas kesempatan yang tidak disyukuri dengan baik Atas nikmat yang lupa ku kembalikan de...